Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2012

jarum...

jarum, hanya karena sebuah jarum, seorang wanita menikah dengan seekor anjing laki laki berawal dari sebuah jarum, seorang putri raja diasingkan ke negri lain berawal dari sebuah jarum, seorang anak membunuh ayahnya sendiri berawal dari sebuah jarum, seorang ibu mengusir putranya sendiri berawal dari sebuah jarum, seorang anak mencintai ibunya sendiri berawal dari sebuah jarum, matahari diminta terbit lebih pagi berawal dari sebuah jarum, gunung menjadi sebuah legenda itu semua berawal dari sebuah jarum. benda yang kecil, dan, remeh. lantas, masihkah kita akan berucap "untuk apa berfikir hal-hal kecil? masih banyak hal besar yang menanti." atau "jangan fikirkan hal kecil. hal hal besar perlu ditangani" ah.. mungkin ini manusia. saling melengkapi. satu sama lain. aku akan membiarkan mu (atau kalian) menangani hal hal besar. dan biarlah aku bertindak pada hal hal kecil. biar.memang kita ditakdirkan saling melengkapi satu sama lain. tanpa hal kecil, ...

meski cuma resolusi rendah

FSA 1433 H, @maskam UGM, with Ustadz Yusuf Mansur :)) assalamu'alaykum :D i'm back! ini nih the one and only, foto yang aku abadikan pas FSA kemarin. pas tabligh akbar di maskam ugm :) dan ada yang kusesalkan, menyesaaaaaaaaaaaaaaalllllllllll banget cuma punya satu foto :'( dan nggak bawa kamera, jadi cuma pakai kamera hp berresolusi keciiill dari kiri ke kanan = lintang zia n, beta krisnanovita, rizka nur faiza, hemas malia pangestika, lungit fika fauzia. iya, aku yang nomor 4 dari kiri, nomor 2 dari kanan. yang bajunya paling match sama cocard+pin nya itu lhoooo ~ diulang ya, kerudung biru muda, yang bajunya paling match sama cocard+pin nya FSA :p hahaha.  FSA bener bener unforgettable, suka dukanya, dan lain-lainnya :)))))) aku sendiri sie surjin. bersama rizka nur faiza yang senyumnya paling lebar kerudung ungu di sebelahku ituuuu kami bersama melalui semua rintangan. mulai dari bolos, muter satu sekolah buat cari tanda tangan, dan lain lain. ah, meng...

an answer

jawaban yang tidak patut disampaikan. jadi orang lain, demi nama baik persatuan? tidak akan! nggak! apa peduli? obsesi memang nggak bisa diabaikan!! sepatutnya bermimpi. nggak ada yang perlu dikejar, sepagi ini. mimpi jelas terpatri. kenyataan pun begitu. akhirnya juga begini begini. emang sok jago, sok tahu tentang masa depan sendiri. padahal cuma Tuhan yang mengerti. tapi biarlah hati ini memilih jalannya sendiri. nggak double degree, bukan juga univ bergengsi. cuma yang penting ini dan ini. obsesi! adanya di hati. munafik emang! omong doang nggak ada bukti. tapi mulut in relationship with hati, meski tangan kaki mata hilang ke rimba tanpa kendali. kacamata! daripada bikin repot orang lain! harusnya udah bisa ngerti! tapi apa daya, uang lagi uang lagi. banyak yang lebih penting! nggak mau jadi keledai, jatuh di lubang yang sama kedua kali. pakai kacamata ada yang ikut repot nggak pakaipun jelas banyak yang ikut repot jalan lain! di depan sendiri! tapi nggak juga ada ...

teman?

assalamu'alaykum aku balik. aku galau. kenapa? jadi tadi aku chat di fb dengan teman-teman seperjuangan. nggak perlu disebutkan teman dalam hal apa, ya? nah mereka terus ngomongin seseorang temen. inisialnya.. aduh, sebut saja mawar (?) ya emang mawar ini keterlaluan sih. apalagi kalau mengkritik sesuatu. na'udzubillah. ngeri banget. aku sampai kadang panas dengerinnya. ngekritik makanan lah, apa lah, suka ngeluh dsb. pokoknya moody dan.. yah gitu lah. nah mereka ngomongin dia (pas itu mawar nggak ol). padahal kami berteman sebaik itu. padahal kita kalau maen bareng. sama si mawar juga. biasanya berbanyak orang. tapi dibelakang mawar mereka ngomongin mawar? aduuh. aku emang agak sebel juga sih sebenernya sama mawar. tapi aku takut kalau jangan-jangan aku juga diomongin di belakang. emang mungkin aku jauh banget dari kategori nyebelin kayak si mawar. tapi semua orang pasti punya keterlaluannya sendiri-sendiri, termasuk aku. dan kalau sampai puncak nanti, apa a...

komitmen?!? #kiasan

Komitmen? Suatu Senin kamu bangun dari tidurmu. Membuka lemari pendingin. Tidak menemukan apapun, disana. Padahal perutmu benar-benar lapar. Lalu kamu bicara lirih “oke, hari ini sekalian puasa sunnah Senin deh”. Mungkin sebuah komitmen. Sepulang sekolah Kamu membuka lemari makanan di rumahmu. Dan kamu menemukan sepucuk pesan dari kakakmu “puasa nggak? Dimakan boleh.” Lalu makanan itu menggiurkan. Padahal, sebelum pulang kamu bicara dalam hati. “kalau nggak puasa aku pengen banget pizza. Tapi kalau nggak ada burger juga oke. Ah, daripada nggak dua-duanya, nggak usah makan sekalian deh!” apa ini komitmen? Dan setelah kamu menerima coklat ‘nganggur’ dari temanmu, akhirnya kamu makan juga. Dan kamu nggak jadi puasa Hei kawan!! Ini ya yang kamu namakan komitmen ??? teruntuk dewi aruna (bukan nama sebenarnya)

nggak ikhlas!!

assalamu'alaykum wr wb sebenernya ini udah jadi draft lama banget dan baru sekarang aku bergairah posting  Malam sebelum UTS matematika sebenernya aku nggak konsen banget. Kenapa? Soalnya aku dihantui suatu perasaan buruk. Astaghfirllah… aduh stress banget aku. Ceritane ngene kiy, Aku punya seorang teman… teman baik. Sangat baik. Dia selalu menjaga perasaanku. Ya meskipun kalau pas nggak sengaja bisa atos nya nggak karuan. tapi Aku sayang banget deh sama temen baik ku satu ini.. Tapi satu hal yang aku sungguh nggak tahu harus menjelaskan seperti apa. Tiap aku berambisi mencapai langit, dia pun punya ambisi yang sama. Dan akhirnya? Dia mampu mencapai langit dan aku tidak. Tiap aku berkeinginan menggapai bulan, dia pun punya keinginan yang sama. Persis. Dan akhirnya? Dia mampu menggapai bulan dan aku tidak. Apa? Aku kurang usaha?? Sayang banget. Nggak ada yang perlu diusahakan. Mungkin usahaku lebih dari cukup. Sama kayak dia. Tapi? Tapi doaku kayaknya kurang… ya...