Ketika teman-teman seperjuanganmu sudah menjadi orang-orang hebat, Ada yang berjuang untuk umat, Ada yang bergerak melayani rakyat. Ketika teman-teman yang kamu rindu mulai beranjak satu per satu, Mendidik, mengangkat, membantu orang lain menjadi berdikari, Memulai kontribusi sejak dini. Dan kamu cuma bisa malu, Masih glundang-glundung dan scrolling sana-sini, Masih menuruti ego sendiri. -- Malu banget gak sih rasanya kepoin teman-teman seperjuangan dulu. Sekarang sudah menemukan jati diri masing-masing. Ada yang jadi aktivis agama, aktivis pendidikan, pas kkn berani milih ke daerah-daerah terpencil untuk membangun orang lain juga. Iri gak sih? Satu per satu sesuai cita-cita dan passion masing-masing, mulai berkontribusi di sana-sini. Sedangkan aku masih hobi telat masuk kelas. Kadang bahkan males banget buat berangkat ngampus aja. Padahal kuliah juga pake duit negara. Wkwk. Kalau gak ada kerjaan ya Cuma tidur-tiduran. Setrika males. Bebenah males. Nyekripsi ap...
when nothing goes right, go write.