Langsung ke konten utama

Ketika

Ketika teman-teman seperjuanganmu sudah menjadi orang-orang hebat,
Ada yang berjuang untuk umat,
Ada yang bergerak melayani rakyat.
Ketika teman-teman yang kamu rindu mulai beranjak satu per satu,
Mendidik, mengangkat, membantu orang lain menjadi berdikari,
Memulai kontribusi sejak dini.
Dan kamu cuma bisa malu,
Masih glundang-glundung dan scrolling sana-sini,
Masih menuruti ego sendiri.
--
Malu banget gak sih rasanya kepoin teman-teman seperjuangan dulu. Sekarang sudah menemukan jati diri masing-masing. Ada yang jadi aktivis agama, aktivis pendidikan, pas kkn berani milih ke daerah-daerah terpencil untuk membangun orang lain juga. Iri gak sih? Satu per satu sesuai cita-cita dan passion masing-masing, mulai berkontribusi di sana-sini.

Sedangkan aku masih hobi telat masuk kelas. Kadang bahkan males banget buat berangkat ngampus aja. Padahal kuliah juga pake duit negara. Wkwk. Kalau gak ada kerjaan ya Cuma tidur-tiduran. Setrika males. Bebenah males. Nyekripsi apalagi. Boro-boro baca buku-buku biografi, paling scrolling instagram sampe hampir dini hari. Makin kesini malah makin takut penempatan ke tempat terpencil, apalagi sendiri.

Kayaknya hidup Cuma makin jahilliyah aja. Makin mundur. Makin nggak bisa diandalkan.
Tapi masih ada kemauan ya, kan? Aku masih mau kok berguna. Masih mau instrospeksi.


Hmm. Makan malam dulu.

Komentar